• Fri. Feb 20th, 2026

Perkembangan Terkini Konflik di Timur Tengah

Byadminint

Feb 20, 2026

Perkembangan terkini konflik di Timur Tengah memperlihatkan dinamika yang kompleks dan berlapis. Konflik yang telah berlangsung selama dekade ini tidak hanya melibatkan negara-negara tertentu, tetapi juga melibatkan aktor non-negara dan faktor internasional. Sebuah aspek penting dari konflik ini adalah pergeseran aliansi dan kekuatan regional.

Di Syria, perang sipil yang dimulai pada 2011 mengalami perubahan signifikan. Setelah intervensi Rusia dan dukungan dari Iran terhadap rezim Bashar al-Assad, tampaknya rezim tersebut telah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah yang hilang. Namun, konflik masih berlangsung, terutama di daerah utara yang dikuasai oleh berbagai kelompok oposisi yang didukung oleh Amerika Serikat. Turki, yang memiliki minat strategis di kawasan tersebut, terus melakukan serangan terhadap kelompok Kurdi, yang dianggapnya sebagai teroris.

Di Yaman, situasi kemanusiaan semakin memburuk akibat konflik yang melibatkan koalisi pimpinan Saudi melawan pemberontak Houthi. Serangan udara dan blokade oleh koalisi telah mengakibatkan krisis pangan yang parah. Di sisi lain, Houthi memperlihatkan ketahanan yang luar biasa, dengan dukungan dari Iran. Pembicaraan damai yang sporadis tetap menghadapi tantangan besar, terutama dengan hadirnya aktor regional yang saling bersaing.

Irak juga tak lepas dari konflik. Meskipun pemerintahan Irak menghadapi tantangan dalam menstabilkan negara setelah kekalahan ISIS, ketegangan antara kelompok Sunni dan Syiah tetap ada. Baru-baru ini, serangan terhadap pangkalan militer yang melibatkan pasukan AS telah menambah ketegangan diplomatik antara Irak dan Amerika.

Di Palestina, eskalasi kekerasan kembali muncul, terutama di Jalur Gaza, pasca serangan militer Israel yang menanggapi peluncuran roket oleh Hamas. Situasi ini memicu kecaman global dan menunjukkan ketegangan yang terus menerus bertahan. Kesulitan dalam mencapai kesepakatan damai, terutama setelah pemerintahan baru di Israel, menambah kompleksitas konflik ini.

Perkembangan geopolitik lain juga terhampar, terutama dengan normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan Israel, seperti yang dialami oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain. Langkah ini menandakan perubahan dalam dinamika politik di Timur Tengah, namun juga menimbulkan reaksi negatif dari kelompok-kelompok pro-Palestina.

Pengaruh besar Iran dalam banyak konflik di kawasan juga menjadi perhatian. Dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok seperti Hezbollah di Lebanon serta Houthi di Yaman, terus memperkuat posisi Teheran sebagai kekuatan kunci di Timur Tengah. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS semakin memperparah situasi ini, namun Iran tetap berusaha untuk memperpanjang pengaruhnya.

Perkembangan konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa penyelesaian damai masih jauh dari kenyataan. Dengan berbagai aktor yang memiliki kepentingan berbeda-beda, jalur menuju stabilitas di kawasan ini tetap berliku. Terlebih lagi, keadaan politik dalam negeri di masing-masing negara juga sangat berpengaruh terhadap arah dan kejadian-kejadian yang akan datang di Timur Tengah.